Sabtu, 05 Oktober 2013

ADAT ISTIADAT ( Tradisi Hari Nelayan) Kota Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat


ADAT ISTIADAT ( Tradisi Hari Nelayan)
Kota Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat

Teori :
Adat istiadat adalah suatu ciri khas yang dimiliki oleh masing-masing suatu daerah baik berupa bahasa, kebiasaan sehari-hari/kegiatan, dll. Tentu saja ini merupakan keunikan bagi masyarakat yang tidak tahu akan tradisi suatu tempat tersebut. Di Indonesia banyak sekali keanekaragaman budaya khususnya di daerah-daerah, mungkin saja kita banyak sekali yang tidak kita ketahui. 

Kasus :
Disini saya akan membahas tentang tradisi masyarakat di tempat pariwisata Palabuhanratu, tradisi disini khususnya untuk para nelayan-nelayan yang disebut Hari Nelayan/Labuh saji. Hari nelayan dilakukan setiap setahun sekali dalam satu tahun. Tradisi hari nelayan dilakukan bagi para nelayan karena mensyukuri atas penangkapan ikan selama ini. 

Labuh saji di laksanakan setiap tanggal 6 April, labuh saji ini ada sejak abad 15 awal mulanya pada waktu itu Mayangsagara memberikan sesuatu kepada Nyi roro Kidul ( Ratu Pantai Selatan ) sehingga sampai sekarang melekat pada masyarakat palabuhanratu. 

Dahulu dalam labuh saji ini melabuhkan dalam bentuk sesaje yaitu Kepala Kerbau, akan tetapi sekarang tidak lagi menggunakan sesajen tersebut. Sesajen kepala kerbau tersebut di ganti dengan penaburan benih ikan, penyu, dll. Labuh saji ini tak hanya dilaksanakan sehari saja, bahkan sebelumnya sudah ada banyak penjual-penjual berdatangan, sesudahnya pun ada acara seperti Wayang Golek. Dalam acara tradisi ritual ini tidak hanya di hadiri oleh masyarakat sekitar tetapi oleh para pejabat dan warga masyarakat di luar kota Palabuhanratu. 
 
Analisis : 

Banyak kebiasaan masyarakat di wilayah daerah saya selain hari nelayan ada juga acara Seren Taun, jadi seren taun ini merupakan salah satu rangkaian upacara ritual bercocok tanam padi yang bertujuan mengucapkan rasa syukur kepada Maha Kuasa atas rezeki yang diberikan, rangkaiannya acaranya : Turun Nyambut, Ngasek,Mipit,Nganyaran, Seren Taun. Bahkan acaranya bisa berlangsung empat hari empat malam penutup atau puncaknya dengan wayang golek. Berbagai acara ada di acara seren taun. Bahkan warga luar negeri pun banyak yang berdatangan untuk menyaksikannya.

Setelah saya membahas tentang adat istiadat di wilayah tempat tinggal saya, bahwa ciri khas tiap daerah itu berbeda-beda tetapi menarik. Mungkin pada waktu dulu hari nelayan ini tidak banyak orang mengetahui setelah semakin berkembangnya teknologi saya lihat sudah masuk ke internet, dan setiap perayaan selalu ramai oleh tamu dari luar daerah. Kebiasaan tiap daerah belum tentu dimiliki oleh negara lain, maka bersyukurlah kita sebagai Warga Negara Indonesia karena kaya akan keragaman bahasa, budaya dan lain-lain.

Jumat, 07 Juni 2013

Maraknya Penjualan Online


Maraknya Penjualan Online

Penjualan online merupakan transaksi jual beli yang tak mesti bertemu langsung dengan pembeli dan penjual hanya dengan memilih barang kemudian mengirim uang tunai sesuai dengan harga barang yang dipilih dan memberi alamat pembeli agar barang dikirim. Penjualan online banyak macamnya seperti : Baju, tas, sepatu, perlengkapan wanita dan lain-lain. Bahkan sekarang ini banyak peralatan atau perlengkapan rumah tangga pun marak di perjual belikan di media sosial.
Penjualan online dilakukan mayoritas anak remaja karena peminatnya lbih tinggi dan cara penyampaian pun lebih mudah melalui alat komunikasi. Produk yang ditawarkan oleh penjual pun mengikuti trend anak remaja. Maraknya penjualan online tentu ini merupakan persaingan dalam jual dan beli dari segi kemudahan dalam mendapatkan barang yang di inginkan.
 Akan tetapi tidak semua penjual online jujur, bahkan ada juga yang melakukan kecurangan seperti uang sudah ditransfer tetapi barang tidak sampai ke alamat pembeli, barang tidak sesuai dengan gambar atau contoh yang penjual tawarkan, dan lain-lain. Tapi dampak postif dari penujualan online adalah lebih mempermudah dalam berbelanja dan mendaptkan barang dengan cepat. Sebelum melakukan pembelian online maka untuk kalian yang senang membeli barang via online harap diperhatikan siapa penjualnya, tahu orang penjualnya dan hati-hati dalam mentransfer biaya yang mesti dikeluarkan.

Kenaikan Tarif Dasar Listrik


Kenaikan Tarif Dasar Listrik

Awal tahun 2013 telah ramai diperbincangkan tentang kenaikan tariff dasar listrik, tentu saja ini membuat resah masyawakat yang menengah kebawah. Mengapa hal ini membuat resah masyarakat kebawah? Karena mereka semakin terasa terbebani dari segi pendapatan mereka hanya cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari untuk membayar listrik mereka menyisihkan dari sedikit hasil pendapatan.
Kenaikan tarif dasar listrik oleh PLN bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan setrum. Menurut berita yang beredar di masyarakat, kenaikan listrik ini tidak sekaligus akan tetapi dilakukan secara bertahap, kenaikan rata-rata 3-4 persen, tetapi kenaikan tidak akan berlaku bagi masyarakat golongan 450 VA dan 900 VA, kedua golongan tersebut akan mendapatkan subsidi dari pemerintah. Pelanggan rumah tangga yang mempunyai daya 6.600 VA ke atas serta pelanggan bisnis menengah tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah.
Berikut ini beberapa golongan pada kanaikan Tarif Dasar Listrik :
Golongan: 
Rumah Tangga
Tarif Listrik Awal
Triwulan I
Triwulan II
Triwulan III
Triwulan IV
1. 450 VA
Rp410/Kwh
Tidak naik
Tidak naik
Tidak naik
Tidak naik
2. 900 VA 
Rp585/Kwh
Tidak naik
Tidak naik
Tidak naik
Tidak naik
3. 1.300 VA
Rp790/Kwh
Rp833/Kwh 
Rp879/Kwh
Rp928/Kwh
Rp979/kwh
4. 2.200 VA  
Rp795/Kwh 
Rp843/Kwh
Rp893/Kwh
Rp947/Kwh
Rp1.004/Kwh
5. 3.500-5.500 VA    
Rp890/Kwh
Rp948/Kwh
Rp1.009/Kwh
Rp1.975/Kwh
Rp1.145/Kwh
6. 6.600 VA ke atas    
Rp1.154/Kwh
Rp1.195/Kwh
Rp1.310/Kwh
Rp1.340/Kwh 
 Rp1.362/Kwh (bebas subsidi)






Industri    
Tarif Listrik Awal
Triwulan I
 Triwulan II 
Triwulan III 
Triwulan IV
1. 450 VA
Rp476/Kwh
Tidak naik
Tidak naik
Tidak naik
Tidak naik
2. 900 VA
Rp585/Kwh
Tidak naik
Tidak naik
Tidak naik
Tidak naik
3. 1.300 VA
Rp765/Kwh  
Rp803/Kwh
Rp843/Kwh
Rp886/Kwh
 Rp930/Kwh
4. 3.500 VA s/d 14 KVA   
Rp915/Kwh 
Rp961/Kwh
Rp1.009/Kwh
Rp1.059/Kwh
 Rp1.112/Kwh
5. 14 KVA - 200 KVA      
Rp870/Kwh
Rp914/Kwh
Rp959/Kwh
Rp1.007/Kwh
Rp1.057/Kwh
6. Di atas 200 KVA  
Rp731/Kwh
Rp757/Kwh 
Rp783/Kwh
Rp823/Kwh
Rp864/Kwh
7. 30.000 KVA ke atas   
Rp605/Kwh 
Rp629/Kwh 
Rp654/Kwh
Rp689/Kwh
Rp732/Kwh